The lyrics are the property of the respective authors, artists and labels, the lyrics are provided for educational purposes only , If you like the song, please buy relative CD to support the authors, artists, and labels.
Tuesday, July 9, 2013
Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu - Iwan Fals
tabir gelap yang dulu hinggap
lambat laun mulai terungkap
labil tawamu
tak pasti tangismu
jelas membuat aku sangat ingin mencari
apa yang tersembunyi
di balik manis senyummu
apa yang tersembunyi
di balik bening dua matamu
jalan gelap yang kau pilih
penuh lubang dan mendaki
jalan gelap yang kau pilih
penuh lubang dan mendaki
Monday, July 8, 2013
Air Mata Api - Iwan Fals
Aku adalah lelaki tengah malamAyahku harimau ibuku ularAku dijuluki orang sisa sisaSebab kerap merintih kerap menjerit
Temanku gitar temanku laguNyanyikan tangis marah dan cintaTemanku niat temanku semangatYang kian hari kian berkarat semakin berkarat
Aku berjalan orang cibirkan mulutAku bicara mereka tutup hidungAku tersinggung peduli nilai nilaiAku datangi dengan segunung api
Mereka lari ke ketiak ibunyaKu tak peduli marahku menjadiMereka lari ke meja ayahnyaAku tak mampu tenagaku terkuras
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malamLelaki tengah malam terkulai di tepi malamOrang sisa sisa menangisOrang sisa sisa menangis
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Aku berjalan orang cibirkan mulutAku bicara mereka tutup hidungAku tersinggung peduli nilai nilaiAku datangi dengan segunung api
Mereka lari ke ketiak ibunyaKu tak peduli marahku menjadiMereka lari ke meja ayahnyaAku tak mampu tenagaku habis terkuras
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malamLelaki tengah malam terkulai di tepi malamOrang sisa sisa menangisOrang sisa sisa menangis
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Temanku gitar temanku laguNyanyikan tangis marah dan cintaTemanku niat temanku semangatYang kian hari kian berkarat semakin berkarat
Aku berjalan orang cibirkan mulutAku bicara mereka tutup hidungAku tersinggung peduli nilai nilaiAku datangi dengan segunung api
Mereka lari ke ketiak ibunyaKu tak peduli marahku menjadiMereka lari ke meja ayahnyaAku tak mampu tenagaku terkuras
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malamLelaki tengah malam terkulai di tepi malamOrang sisa sisa menangisOrang sisa sisa menangis
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Aku berjalan orang cibirkan mulutAku bicara mereka tutup hidungAku tersinggung peduli nilai nilaiAku datangi dengan segunung api
Mereka lari ke ketiak ibunyaKu tak peduli marahku menjadiMereka lari ke meja ayahnyaAku tak mampu tenagaku habis terkuras
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malamLelaki tengah malam terkulai di tepi malamOrang sisa sisa menangisOrang sisa sisa menangis
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Subscribe to:
Posts (Atom)