Friday, September 27, 2013

Tante Lisa - Iwan Fals

Dirumah megah ada seorang nyonyaRamping bodinyaLagaknya centil dan tak mau kalahDengan gadis remaja
Melirik matanyaBila melihat pemudaYang gagak perkasaApalagi dia orang kaya
Hei tante LisaWajahmu kini semakin mempesonaHei tante LisaSetahun sudah kau jadi janda
Perceraian terjadiGara gara sang suamiTak tahan melihatTante Lisa bercumbu dengan tetangga
Hei tante LisaWajahmu kini semakin mempesonaHei tante LisaSetahun sudah kau jadi janda
Hei tante LisaBanyak tuan tuan berkencan bersamamuHei tante LisaLihat usiamu yang semakin tua

22 Januari - Iwan Fals

Coba saling mengerti apa didalam hati
22 Januari tidak sendiri
Aku berteman iblis yang baik hati
Jalan berdampingan
Tak pernah ada tujuan
Membelah malam
Mendung yang selalu datang
Ku dekap erat
Ku pandang senyummu
Dengan sorot mata
Yang keduanya buta
Lalu kubisikan sebaris kata-kata
Putus asa....sebentar lagi hujan
dua buku teori kau pinjamkan aku
Tebal tidak berdebu kubaca slalu
empat lembar fotomu dalam lemari kayu
kupandang dan kujaga sampai kita jemu

Doa Pengobral Dosa - Iwan Fals

Disudut dekat gerbong... Yang tak terpakaiPerempuan... Bermake up tebal...Dengan rokok ditangan...Menunggu tamunya... Datang....
Terpisah dari ramaiBerteman nyamuk nakal... Dan segumpal harapanKapankah datang... Tuan berkantong tebal...
Habis berpasang-pasang... Tuan belom datangDalam hati resah menjadi bimbangApakah esok hari... Anak anakku dapat makan...
o Tuhan beri... Setetes rejeki...Dalam hati yang bimbang berdoa...Beri terang jalan anak hamba....Kabulkanlah... Tuhan...
Terpisah dari ramaiBerteman nyamuk nakal... Dan segumpal harapanKapankah datang... Tuan berkantong tebal...
Habis berpasang-pasang... Tuan belom datangDalam hati resah menjadi bimbangApakah esok hari... Anak anakku dapat makan..
o Tuhan beri... Setetes rejeki..
Dalam hati yang bimbang berdoa...Beri terang jalan anak hamba....Kabulkanlah... Tuhan...
Kabulkanlah... Tuhan...

Ibu - Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Wednesday, September 25, 2013

Mata Indah Bola Ping Pong - Iwan Fals

Pria mana yang tak suka
Senyummu juwita
Kalau ada yang tak suka
Mungkin sedang goblok

Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku cinta

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai

Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku puja

Jangan marah kalau kugoda
Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis
Punya wajah teramat manis

Wajar saja kalau kuganggu
Sampai kapan pun kurindu
Lepaskan tawamu nona
Agar tak murung dunia

Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku cinta

Aku puja
Kau betina
Bukan gombal
Aku yang gila

Jangan marah kalau kugoda
Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis
Punya wajah teramat manis

Wajar saja kalau kuganggu
Biar mampus aku rindu
Lepaskan tawamu nona
Agar tak murung dunia

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Bibirmu yang aduhai

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Pipimu yang aduhai

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Jidatmu yang aduhai

Wednesday, September 4, 2013

Pesawat Tempur - Iwan Fals

Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitarSebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimuSeperti kemarin kamu hanya lemparkan senyumLalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
Hei... kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyiSebentar saja nona, sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galakBagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kauJangan bilang tidak, bilang saja iya...Iya lebih baik daripada kau menangis
Penguasa...penguasa...berilah hambamu uangBeri hamba uang 2x
Oh.. ya andaikata dunia tak punya tentaraTentu tak ada perang yang makan banyak biayaOh...ya andaikata tak punya tentaraTentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh... ya andaikata dana perang buat dirikuTentu kau mau singgah bukan cuma tersenyumKalau hanya senyum yang engkau berikanWesterling pun tersenyum
Oh... singgahlah sayang ...pesawat tempurkuMendarat mulus didalam sanubariku