Dirumah megah ada seorang nyonyaRamping bodinyaLagaknya centil dan tak mau kalahDengan gadis remaja
Melirik matanyaBila melihat pemudaYang gagak perkasaApalagi dia orang kaya
Hei tante LisaWajahmu kini semakin mempesonaHei tante LisaSetahun sudah kau jadi janda
Perceraian terjadiGara gara sang suamiTak tahan melihatTante Lisa bercumbu dengan tetangga
Hei tante LisaWajahmu kini semakin mempesonaHei tante LisaSetahun sudah kau jadi janda
Hei tante LisaBanyak tuan tuan berkencan bersamamuHei tante LisaLihat usiamu yang semakin tua
The lyrics are the property of the respective authors, artists and labels, the lyrics are provided for educational purposes only , If you like the song, please buy relative CD to support the authors, artists, and labels.
Friday, September 27, 2013
22 Januari - Iwan Fals
Coba saling mengerti apa didalam hati
22 Januari tidak sendiri
Aku berteman iblis yang baik hati
Jalan berdampingan
Tak pernah ada tujuan
Membelah malam
Mendung yang selalu datang
Ku dekap erat
Ku pandang senyummu
Dengan sorot mata
Yang keduanya buta
Lalu kubisikan sebaris kata-kata
Putus asa....sebentar lagi hujan
dua buku teori kau pinjamkan aku
Tebal tidak berdebu kubaca slalu
empat lembar fotomu dalam lemari kayu
kupandang dan kujaga sampai kita jemu
22 Januari tidak sendiri
Aku berteman iblis yang baik hati
Jalan berdampingan
Tak pernah ada tujuan
Membelah malam
Mendung yang selalu datang
Ku dekap erat
Ku pandang senyummu
Dengan sorot mata
Yang keduanya buta
Lalu kubisikan sebaris kata-kata
Putus asa....sebentar lagi hujan
dua buku teori kau pinjamkan aku
Tebal tidak berdebu kubaca slalu
empat lembar fotomu dalam lemari kayu
kupandang dan kujaga sampai kita jemu
Doa Pengobral Dosa - Iwan Fals
Disudut dekat gerbong... Yang tak terpakaiPerempuan... Bermake up tebal...Dengan rokok ditangan...Menunggu tamunya... Datang....
Terpisah dari ramaiBerteman nyamuk nakal... Dan segumpal harapanKapankah datang... Tuan berkantong tebal...
Habis berpasang-pasang... Tuan belom datangDalam hati resah menjadi bimbangApakah esok hari... Anak anakku dapat makan...
o Tuhan beri... Setetes rejeki...Dalam hati yang bimbang berdoa...Beri terang jalan anak hamba....Kabulkanlah... Tuhan...
Terpisah dari ramaiBerteman nyamuk nakal... Dan segumpal harapanKapankah datang... Tuan berkantong tebal...
Habis berpasang-pasang... Tuan belom datangDalam hati resah menjadi bimbangApakah esok hari... Anak anakku dapat makan..
o Tuhan beri... Setetes rejeki..
Dalam hati yang bimbang berdoa...Beri terang jalan anak hamba....Kabulkanlah... Tuhan...
Kabulkanlah... Tuhan...
Terpisah dari ramaiBerteman nyamuk nakal... Dan segumpal harapanKapankah datang... Tuan berkantong tebal...
Habis berpasang-pasang... Tuan belom datangDalam hati resah menjadi bimbangApakah esok hari... Anak anakku dapat makan...
o Tuhan beri... Setetes rejeki...Dalam hati yang bimbang berdoa...Beri terang jalan anak hamba....Kabulkanlah... Tuhan...
Terpisah dari ramaiBerteman nyamuk nakal... Dan segumpal harapanKapankah datang... Tuan berkantong tebal...
Habis berpasang-pasang... Tuan belom datangDalam hati resah menjadi bimbangApakah esok hari... Anak anakku dapat makan..
o Tuhan beri... Setetes rejeki..
Dalam hati yang bimbang berdoa...Beri terang jalan anak hamba....Kabulkanlah... Tuhan...
Kabulkanlah... Tuhan...
Ibu - Iwan Fals
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Wednesday, September 25, 2013
Mata Indah Bola Ping Pong - Iwan Fals
Pria mana yang tak suka
Senyummu juwita
Kalau ada yang tak suka
Mungkin sedang goblok
Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku cinta
Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai
Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku puja
Jangan marah kalau kugoda
Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis
Punya wajah teramat manis
Wajar saja kalau kuganggu
Sampai kapan pun kurindu
Lepaskan tawamu nona
Agar tak murung dunia
Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku cinta
Aku puja
Kau betina
Bukan gombal
Aku yang gila
Jangan marah kalau kugoda
Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis
Punya wajah teramat manis
Wajar saja kalau kuganggu
Biar mampus aku rindu
Lepaskan tawamu nona
Agar tak murung dunia
Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai
Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Bibirmu yang aduhai
Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Pipimu yang aduhai
Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Jidatmu yang aduhai
Senyummu juwita
Kalau ada yang tak suka
Mungkin sedang goblok
Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku cinta
Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai
Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku puja
Jangan marah kalau kugoda
Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis
Punya wajah teramat manis
Wajar saja kalau kuganggu
Sampai kapan pun kurindu
Lepaskan tawamu nona
Agar tak murung dunia
Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku cinta
Aku puja
Kau betina
Bukan gombal
Aku yang gila
Jangan marah kalau kugoda
Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis
Punya wajah teramat manis
Wajar saja kalau kuganggu
Biar mampus aku rindu
Lepaskan tawamu nona
Agar tak murung dunia
Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai
Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Bibirmu yang aduhai
Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Pipimu yang aduhai
Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Jidatmu yang aduhai
Wednesday, September 4, 2013
Pesawat Tempur - Iwan Fals
Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitarSebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimuSeperti kemarin kamu hanya lemparkan senyumLalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
Hei... kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyiSebentar saja nona, sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galakBagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kauJangan bilang tidak, bilang saja iya...Iya lebih baik daripada kau menangis
Penguasa...penguasa...berilah hambamu uangBeri hamba uang 2x
Oh.. ya andaikata dunia tak punya tentaraTentu tak ada perang yang makan banyak biayaOh...ya andaikata tak punya tentaraTentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh... ya andaikata dana perang buat dirikuTentu kau mau singgah bukan cuma tersenyumKalau hanya senyum yang engkau berikanWesterling pun tersenyum
Oh... singgahlah sayang ...pesawat tempurkuMendarat mulus didalam sanubariku
Hei... kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyiSebentar saja nona, sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galakBagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kauJangan bilang tidak, bilang saja iya...Iya lebih baik daripada kau menangis
Penguasa...penguasa...berilah hambamu uangBeri hamba uang 2x
Oh.. ya andaikata dunia tak punya tentaraTentu tak ada perang yang makan banyak biayaOh...ya andaikata tak punya tentaraTentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh... ya andaikata dana perang buat dirikuTentu kau mau singgah bukan cuma tersenyumKalau hanya senyum yang engkau berikanWesterling pun tersenyum
Oh... singgahlah sayang ...pesawat tempurkuMendarat mulus didalam sanubariku
Subscribe to:
Posts (Atom)