Wednesday, September 4, 2013

Pesawat Tempur - Iwan Fals

Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitarSebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimuSeperti kemarin kamu hanya lemparkan senyumLalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
Hei... kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyiSebentar saja nona, sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galakBagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kauJangan bilang tidak, bilang saja iya...Iya lebih baik daripada kau menangis
Penguasa...penguasa...berilah hambamu uangBeri hamba uang 2x
Oh.. ya andaikata dunia tak punya tentaraTentu tak ada perang yang makan banyak biayaOh...ya andaikata tak punya tentaraTentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh... ya andaikata dana perang buat dirikuTentu kau mau singgah bukan cuma tersenyumKalau hanya senyum yang engkau berikanWesterling pun tersenyum
Oh... singgahlah sayang ...pesawat tempurkuMendarat mulus didalam sanubariku

Tuesday, July 9, 2013

Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu - Iwan Fals


tabir gelap yang dulu hinggap
lambat laun mulai terungkap
labil tawamu
tak pasti tangismu
jelas membuat aku sangat ingin mencari


apa yang tersembunyi
di balik manis senyummu
apa yang tersembunyi
di balik bening dua matamu


jalan gelap yang kau pilih
penuh lubang dan mendaki
jalan gelap yang kau pilih
penuh lubang dan mendaki

Monday, July 8, 2013

Air Mata Api - Iwan Fals

Aku adalah lelaki tengah malamAyahku harimau ibuku ularAku dijuluki orang sisa sisaSebab kerap merintih kerap menjerit
Temanku gitar temanku laguNyanyikan tangis marah dan cintaTemanku niat temanku semangatYang kian hari kian berkarat semakin berkarat
Aku berjalan orang cibirkan mulutAku bicara mereka tutup hidungAku tersinggung peduli nilai nilaiAku datangi dengan segunung api
Mereka lari ke ketiak ibunyaKu tak peduli marahku menjadiMereka lari ke meja ayahnyaAku tak mampu tenagaku terkuras
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malamLelaki tengah malam terkulai di tepi malamOrang sisa sisa menangisOrang sisa sisa menangis
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Aku berjalan orang cibirkan mulutAku bicara mereka tutup hidungAku tersinggung peduli nilai nilaiAku datangi dengan segunung api
Mereka lari ke ketiak ibunyaKu tak peduli marahku menjadiMereka lari ke meja ayahnyaAku tak mampu tenagaku habis terkuras
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malamLelaki tengah malam terkulai di tepi malamOrang sisa sisa menangisOrang sisa sisa menangis
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi