Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitarSebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimuSeperti kemarin kamu hanya lemparkan senyumLalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur
Hei... kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyiSebentar saja nona, sebentar saja hanya sebentar
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galakBagai seorang diplomat ulung engkau mengelak
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kauJangan bilang tidak, bilang saja iya...Iya lebih baik daripada kau menangis
Penguasa...penguasa...berilah hambamu uangBeri hamba uang 2x
Oh.. ya andaikata dunia tak punya tentaraTentu tak ada perang yang makan banyak biayaOh...ya andaikata tak punya tentaraTentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh... ya andaikata dana perang buat dirikuTentu kau mau singgah bukan cuma tersenyumKalau hanya senyum yang engkau berikanWesterling pun tersenyum
Oh... singgahlah sayang ...pesawat tempurkuMendarat mulus didalam sanubariku
The lyrics are the property of the respective authors, artists and labels, the lyrics are provided for educational purposes only , If you like the song, please buy relative CD to support the authors, artists, and labels.
Wednesday, September 4, 2013
Tuesday, July 9, 2013
Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu - Iwan Fals
tabir gelap yang dulu hinggap
lambat laun mulai terungkap
labil tawamu
tak pasti tangismu
jelas membuat aku sangat ingin mencari
apa yang tersembunyi
di balik manis senyummu
apa yang tersembunyi
di balik bening dua matamu
jalan gelap yang kau pilih
penuh lubang dan mendaki
jalan gelap yang kau pilih
penuh lubang dan mendaki
Monday, July 8, 2013
Air Mata Api - Iwan Fals
Aku adalah lelaki tengah malamAyahku harimau ibuku ularAku dijuluki orang sisa sisaSebab kerap merintih kerap menjerit
Temanku gitar temanku laguNyanyikan tangis marah dan cintaTemanku niat temanku semangatYang kian hari kian berkarat semakin berkarat
Aku berjalan orang cibirkan mulutAku bicara mereka tutup hidungAku tersinggung peduli nilai nilaiAku datangi dengan segunung api
Mereka lari ke ketiak ibunyaKu tak peduli marahku menjadiMereka lari ke meja ayahnyaAku tak mampu tenagaku terkuras
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malamLelaki tengah malam terkulai di tepi malamOrang sisa sisa menangisOrang sisa sisa menangis
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Aku berjalan orang cibirkan mulutAku bicara mereka tutup hidungAku tersinggung peduli nilai nilaiAku datangi dengan segunung api
Mereka lari ke ketiak ibunyaKu tak peduli marahku menjadiMereka lari ke meja ayahnyaAku tak mampu tenagaku habis terkuras
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malamLelaki tengah malam terkulai di tepi malamOrang sisa sisa menangisOrang sisa sisa menangis
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Temanku gitar temanku laguNyanyikan tangis marah dan cintaTemanku niat temanku semangatYang kian hari kian berkarat semakin berkarat
Aku berjalan orang cibirkan mulutAku bicara mereka tutup hidungAku tersinggung peduli nilai nilaiAku datangi dengan segunung api
Mereka lari ke ketiak ibunyaKu tak peduli marahku menjadiMereka lari ke meja ayahnyaAku tak mampu tenagaku terkuras
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malamLelaki tengah malam terkulai di tepi malamOrang sisa sisa menangisOrang sisa sisa menangis
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Aku berjalan orang cibirkan mulutAku bicara mereka tutup hidungAku tersinggung peduli nilai nilaiAku datangi dengan segunung api
Mereka lari ke ketiak ibunyaKu tak peduli marahku menjadiMereka lari ke meja ayahnyaAku tak mampu tenagaku habis terkuras
Lelaki tengah malam terkulai di tepi malamLelaki tengah malam terkulai di tepi malamOrang sisa sisa menangisOrang sisa sisa menangis
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Air matanyaAir matanyaAir matanyaApi
Subscribe to:
Posts (Atom)